Lebih Akurat Dengan Moving Average

Moving average adalah salah satu tools yang sangat membantu bagi para trader. Fungsi dari moving average adalah memperhalus pergerakan harga dengan cara melakukan penyaringan harga yang bersifat acak. Dengan fungsinya sebagai sebuah indikator, moving average ini bersifat mengikuti trending yang ada dan bersifat lagging. Hal ini dikarenakan berdasar harga yang sudah terjadi. Banyak sekali trader yang menggunakan bantuan dari moving average ini untuk membantu mereka dalam melakukan analisa secara teknis. Moving average termasuk tools yang mudah digunakan dan sangat sederhana sekali.

Perhitungan tools ini berdasarkan nilai rata-rata pergerakan harga yang ada pada suatu periode. Nilai rata-rata ini bisa diambil menggunakan nilai harga tertinggi maupun nilai harga yang terendah (high or low). Bisa juga menggunakan opening price dan closing price, atau harga pembuka dan harga penutup, dan juga harga tengah atau median. Semakin panjang indikator yang digunakan di dalam tools ini maka akan memberikan hasil melambatnya pergerakan garis dibanding dengan harga (lagging). Bila kita melihat ada yang bergerak dengan sangat cepat maka dapat dipastikan periode yang digunakan adalah periode pendek. Bila menggunakan periode tinggi maka pergerakannya tidak selincah yang menggunakan periode pendek.

Bila platform yang digunakan adalah meta trader maka langkah yang dilakukan cukup simpel, kita hanya perlu klik insert – indicators – trend – moving average. Setelah itu moving average akan muncul sebagai garis yang crossing dengan grafiks yang menampilkan harga.

Identivikasi Trend By Moving Average Forex

Trader yang sudah berpengalaman akan sangat mudah sekali melakukan analisa pergerakan dengan ketepatan yang baik. Untuk trader yang baru terjun di dunia trading maka trend yang ada dapat dikenali dengan melihat kondisi grafiks dan garis moving average.

a. Apabila harga yang tampil saat ini berada pada posisi dibawah garis moving average maka akan terjadi trend bearish atau dalam hal ini bisa dikatakan harga cenderung mengalami penurunan.

b. Apabila harga yang tampil saat ini berada di posisi moving average berarti trend yang terjadi adalah trend bullish atau dikatakan juga kecenderungan naik pada harga.

Support Resistance – Dinamis by Moving Average Forex

Ada titik-titik penting dimana harga akan memberlakukan kecenderungan untuk memantul jika terjadi trending yang kuat. Titik-titik ini kita sebut dengan support dan resistance. Support resistance ini akan bisa terlihat bila kita melihat dengan seksama titik-titik pertemuan antara harga dan garis moving average.

Ketika harga berada pada garis atas moving average, maka garis moving average akan berperan sebagai support. Sedangkan kebalikannya bila terjadi pergerakan di bawah garis moving average oleh harga maka garis moving average akan berfungsi sebagai resistance. Untuk bentuk candle yang bergerak menembus garis moving average, maka akan terjadi perubahan trend disana.

Peluang Buy dan Sell

Bila seorang trader menggunakan moving average sebagai suatu indikator support – resistance dinamis, maka akan ada keuntungan dalam hal ini karena kita bisa sekaligus menemukan banyak peluang sell dan buy disana. Hal itu bisa kita lakukan saat harga memantul dari garis moving average atau ketika sudah melewati garis moving average. Sebenarnya ada cara lain untuk melihat peluang buy dan sell itu dengan indikator moving average. Kita akan jelaskan dibawah.

Cara selanjutnya adalah menaruh dua garis moving average dengan periode yang berbeda di atas grafiks. Setelah itu kita bisa melakukan pengamatan kembali terhadap perlintasan yang terjadi (crossover). Suatu contoh moving average dengan periode 5 dan periode 20 (MA-5 dan MA-20) seperti pada contoh di bawah.

Aturan yang digunakan ada dua dalam hal ini yaitu :

  1. Sinyal buy bisa kita lihat apabila terjadi garis moving average keberadaannya lebih rendah bergerak melintasi garis moving average berperiode tinggi dari arah bagian bawah ke arah atas. Mari kita perhatikan lagi bahwa terdapat garis berwana merah atau yang kita sebut sebagai MA-5 turun perlahan melintasi garis biru tua MA-20 dari arah bawah ke arah atas.
  2. Sinyal sell bisa kita lihat apabila terjadi event perlintasan antara garis moving average dengan periode yang rendah ke moving average ke periode yang tinggi dari atas ke bagian bawah. Bisa kita lihat kembali secara seksama bahwa garis MA-5 turun perlahan melakukan crossing pada MA-20.

Kedua sinyal yang dibuat oleh moving average bisa kita sebut juga dengan sebutan Death cross dan golden cross. Mengapa penamaannya begitu ekstrim ya? hal ini disebabkan oleh efek yang bisa ditimbulkan oleh moving average itu sendiri. Masuk ke dalam golden cross bila memiliki banyak benefit untuk para trader, tetapi sebaliknya disebut death cross karena akan membuat banyak bad impact pada traders.

Jenis Indikator

Simple Moving Average (SMA)

Simple moving average ini memiliki hitungan nilai pergerakan rata-rata harga dalam satu periode. Rumus yang digunakan sebagaimana berikut :

Simple moving average = Jumlah harga 1 periode / Periode waktu

Sebagai gambaran bila simple moving average berperiode 5 (SMA-5) dihitung dari closing price yang ada pada daily time frame, maka akan terjadi :

Harga penutupan harian : 11,12,13,14,15,16,dan 17

SMA-5 hari pertama : (11+12+13+14+15)/5 = 13

SMA-5 hari kedua : (12+13+14+15+16)/5 = 14

SMA-5 hari ketiga : (13+14+15+16+17)/5 = 15

simple moving average adalah jenis moving average yang sangat sederhana dan paling disukai oleh trader, terlebih SMA-200 day. SMA – 200 day banyak digunakan oleh pemerintah dan institusi, bank besar, dan lainnya untuk acuan trend jangka panjangnya. Pantulan dari SMA-200 dan Breakout dianggap sangat signifikan sekali untuk meramalkan atau melakukan forecasting pada harga yang ada.

Exponential Moving Average Forex

Exponential moving average ini disebut juga sebagai EMA. EMA dihitung melalui pergerakan market dalam periode tertentu. Ada juga penambahan pembobotan nilai atau yang disebut sebagai multiplier dengan nilai lebih tinggi bagi harga yang lebih baru. Jadi, bila kita melakukan perhitungan exponential mv berperiode 10 dari harga closing pada daily timeframe maka akan terjadi :

Exponential Moving Average Forex

Simple ma = Jumlah harga closing 10 hari / 10

Multiplier = (2/(periode waktu+1)) = (2/(10)+1) = 0.1818 atau 18.18%

Exponential ma = (Close – Exponential ma(hari sebelumnya) X multiplier + Exponential moving average (hari sebelumnya)).

Exponential ma-10 day menggunakan pembobotan sebesar 18.18% bagi harga terkini. Sedangkan Exponential ma – 20 Day akan menggunakan pembobotan 9.52% bagi harga terkini (2/(20+1) = 0.0952). Maka pembobotan bagi exponential moving average dengan periode lebih pendek akan selalu lebih tinggi bagi exponential moving average dengan periode lebih panjang.

Dengan adanya penambahan pada pembobotannya, Exponential moving average ini dapat menghasilkan indikator moving average yang lebih smooth lagi daripada simple ma.

Resume

Sangat banyak ilmu yang berguna ternyata bila mengaplikasikan ma pada trading yang kita lakukan. Memang dalam penerapannya hitungannya terlihat rumit. Tetapi bila dipahami kembali sebenarnya hitungan tersebut mudah untuk di implementasikan.

label, ,

About the author