Belajar Cara Membaca Candlestick Forex Trading

Belajar Cara Membaca Candlestick Forex

Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan trader pemula ketika mempelajari analisa teknikal adalah terjebak dengan indikator – indikator yang ada di platform trading. Ya, setelah berhasil mengetahui hal – hal mendasar seperti apa itu forex trading, apa itu leverage forex, apa itu spread forex, dan cara menggunakan platform trading, mayoritas trader pemula biasa nya selalu menghabiskan waktu berharga mereka untuk mencari kombinasi sempurna dari beberapa buah indikator. Padahal, semua indikator tersebut dihitung dengan menggunakan bar candlestick, yang arti nya setiap indikator yang ada sudah pasti bergerak lebih lambat dari gerak candlestick.

Nah, untuk Anda yang sudah mulai bosan dengan aktivitas “mengelola” indikator yang melelahkan, di tulisan ini kami akan memberikan sedikit pencerahan tentang cara membaca candlestick forex yang nanti nya dapat Anda gunakan untuk membuat keputusan buy atau sell terhadap pasangan mata uang tertentu. Langsung saja, berikut informasi lengkap nya telah kami siapkan untuk Anda:

Candlestick Lebih Mencerminkan Sentimen Pelaku Pasar

Dibandingkan dengan indikator yang notabene merupakan turunan dari candlestick, candlestick sejatinya lebih mencerminkan sentimen pelaku pasar itu sendiri. Dengan hanya menggunakan candlestick, Anda sebenarnya bisa langsung tahu apakah harga saat ini sedang didominasi oleh buyer, apakah harga saat ini sedang didominasi oleh seller, apakah pergerakan harga sedang menguat, apakah pergerakan harga mulai melemah, dan lain sebagainya.

Cara Membaca Candlestick dan Jenis – Jenis Candlestick Secara Umum

Secara umum, candlestick dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu bullish candle dan bearish candle. Sebuah candlestick dapat dikategorikan sebagai candle bullish jika nilai close nya lebih tinggi dari nilai open. Sebaliknya, sebuah candle dapat dikategorikan sebagai candle bearish jika nilai close nya lebih rendah dari nilai open.

Dengan menggunakan informasi tersebut, maka hanya dengan melihat candlestick saja sebenarnya kita sudah bisa langsung tahu siapa yang mendominasi pergerakan harga bukan? Jika candlestick terakhir yang ada pada chart trading kita merupakan candle bullish, maka yang sedang mendominasi pergerakan harga pada rentang waktu canlde tersebut adalah buyer. Sebaliknya, jika candlestick terakhir yang ada pada chart trading kita merupakan candle bearish, maka yang sedang mencominasi pergerakan harga pada rentang waktu canlde tersebut adalah seller.

Di lain sisi, jika kita melihat sebuah candle bullish panjang yang utuh tanpa memiliki ekor sama sekali, maka kita secara langsung dapat menyimpulkan bahwa dominasi buyer pada saat ini benar – benar sangat kuat. Dengan begitu, maka pada kondisi tersebut pembukaan posisi buy tentu nya akan jauh lebih masuk akal dan lebih berdasar dibandingkan dengan pembukaan posisi sell.

Penggolongan Candlestick

Untuk mempermudah para trader dalam membuat keputusan berdasarkan pergerakan harga yang terjadi pada candlestick, saat ini candlestick sudah digolongkan ke dalam beberapa kelompok, yaitu:

Spinning Tops

Candle ini memiliki ciri berupa ekor di bagian atas yang panjang dan body yang pendek. Candle jenis ini normal nya mencerminkan kebingungan antara penjual dan pembeli dimana di antara ke dua nya sama – sama tidak ada yang mendominasi pergerakan harga.

Hammer & Hanging Man

Candle ini memiliki ciri berupa ekor bawah yang panjang dengan body yang pendek dan nyaris tanpa ekor atas / dengan ekor atas pendek. Candle hammer sering kali menjadi pemicu awal pergerakan downtrend, sedangkan candle hangging man sering kali menjadi pemicu awal pergerakan uptrend.

Shooting Star & Inverted Hammer

Ke dua candle ini merupakan kebalikan candle hammer & hanging man dimana memiliki ciri berupa ekor atas yang panjang dengan bodi yang pendek dan nyaris tanpa ekor bawah / dengan ekor bawah pendek. Candle shooting star normalnya merupakan pemicu trend bearish, sedangkan candle inverted hammer merupakan pemicu trend bullish.

Doji

Candle doji memiliki ciri berupa nilai open sama dengan nilai close. Candle ini normal nya mencerminkan keragu – raguan para pelaku pasar dan sering kali menjadi pertanda pembalikan arah pergerakan harga.

Marubozu

Candle marubozu memiliki ciri berupa tubuh yang penuh tanpa ekor sama sekali. Candle jenis ini merupakan kebalikan dari candle doji yang mana mencerminkan dominasi salah satu pelaku pasar dengan jelas.

 

About the author